BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arab. Tampilkan semua postingan

Melatih keterampilan kalam Bahasa Arab, bagaimana caranya?

 


Keterampilan berbicara merupakan kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran, ide, isi hati atau perasaan kepada pendengar. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang sangat urgent dalam berbahasa, sebab keterampilam tersebut yang paling menonjol diantara yang lain.

Keterampilan berbicara dianggap sebagai keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Asing, karena berbicara merupakan suatu yang aplikatif dalam bahasa dan merupakan tujuan awal seseorang yang belajar suatu bahasa.

Lalu bagaimana cara kita supaya lancar dalam berbicara bahasa Arab? Tenang saja, kami punya tips yang harus kalian coba nih

1.      Perbanyak kosa kata/ mufrodat Bahasa Arab

Hal ini merupakan keharusan. Kalian bisa menghafal minimal 3 atau 5 kata saja setiap hari. Tidak perlu muluk-muluk , cukup konsisten dengan cara nomor satu ini. Tidak ada pembicara yang tidak punya mufrodat ya teman-teman.

2.      Perbanyak membaca

Kalian cukup membaca artikel atau buku atau apa saja yang berbahasa arab, dengan tujuan kita tahu pola struktur dalam bahasa arab.

3.      Lihat channel youtube tentang Bahasa Arab

Tidak bisa dipungkiri, dizaman sekarang era dimana menonton youtube lebih asyik dibanding menonton tv. Nah, kalau kita ingin pandai dalam berbicara, tidak salah kan kalau kita melihat channel youtube berbahasa arab untuk mendengar atau melihat bagaimana sih logat atau dialek orang arab itu, menarik bukan?

4.      Jangan takut salah

Ketika kita sedang berlatih kalam, jangan takut salah. Jangan takut salah dengan kaidah nahwu-shorof. Yang penting kita paham apa yang kita maksud dan kita bicarakan.

5.      Ciptakan lingkungan berbahasa Arab

Terkadang keinginan hati untuk berbahasa arab kuat sekali, tetapi keinginan itu sedikit demi sedikit luntur karena tidak adanya lingkungan yang mendukung. Mungkin kita yang berada dilingkungan pondok pesantren bahasa akan sangat terbantu, tetapi bagaimana dengan yang tidak? Tentu akan sangat berat. Tetapi kita bisa mencobanya dengan menciptakan lingkungan sendiri lho, caranya cukup sederhana, kita bisa menempelkan tulisan atau menghafal mufrodat yang kita lihat setiap hari, lalu kita mencoba merangkainya membentuk sebuah kalimat/ paragraph. Tentu ini akan membentuk lingkungan sendiri kawan.  

6.      Perbanyak latihan

Point terakhir ini nerupakan point penting dan inti dari semua point diatas. Bahasa itu latihan, bukan belajar teori saja. Kita boleh pandai dalam qiroah maupun kitabah, tetapi kalau kita tak pernah berlatih berbicara, ya tidak mungkin akan lancar dalam berbahasa arab. Seperti pemain bola, setiap hari harus latihan, bergelut dengan bola.

Nah itu tadi beberapa tips yang bisa kita praktekan, intinya adalah jangan patah semangat untuk terus berlatih, semangat kawan.


Sejarah Pertumbuhan Bahasa Arab

sejarah bahasa arab

Bahasa adalah realitas yang tumbuh dan berkembang seiring dengan manusia pengguna bahasa itu. Bahasa bisa tumbuh, berkembang, dan akhirnya mati sebagaimana penutur bahasa tersebut. Bahasa Arab sendiri adalah salah satu bahasa samiyah yakni bahasa arab kuno, wilayah tempat tinggal mereka dijazirah Arab.

Asal usul bahasa Arab

Secara umum bahasa didunia ini dikelompokkan kepada dua bagian : Tipologi Genitis  dan Tipologi Struktural.

1. Tipologi Genitis

Menurut tipologi ini, pembagian bahasa yang utama yaitu Proto-Indo-Europen dan Chamito-semitiques. Penamaan bangsa Sam diambil dari tiga keturunan nabi nuh yaitu sam, ham, dan yafits. Akan tetapi sam ibn nuh lah yang melakukan perjalanan paling panjang sehingga melahirkan bahasa dan bangsa, diantaranya bangsa Akkadia, Kan’an, Arab, Aram dan Etiopia.

Ditinjau dari segi genetisnya, bahasa arab termasuk rumpun bahasa semit, dan dilihat dari segi geografisnya termasuk bahasa timur dan barat. Lalu bahasa barat terbagi menjadi utara dan selatan.

2. Tipologi Struktural

Pembagian ini dipelopori oleh A. Von Schlegel tahun 1818. Walaupun bahasa-bahasa ini tidak satu rumpun, mungkin bisa dapat digolongkan dalam satu tipologi.

a.                   اللغة العازلة  , bahasa yang tidak berkonjugasi, bentuk katanya tidak berubah-ubah. Seperti bahasa Cina.

b.                  اللغة الالصاقية  , bahasa ini mempunyai prefik dan sufik yang ditambahkan seperti kata dasar, tambahan itu akan berubah arti dengan arti dasarnya, seperti bahasa Indonesia, Jepang, dan Turki.

c.                   اللغة التحليلية  , bahasa yang berubah-ubah bentuk kata dasarnya, seperti Bahasa Arab.

Pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Arab

Menurut Anwar G. Chejne data Bahasa Arab secara tertulis masih sangat sedikit bila dibanding dengan bahasa-bahasa lain. Menurut Ali Abdul Wahid Wafiy, sejarah Bahasa Arab yang sampai pada kita sekarang adalah temuan dari prasasti tentang Arab Baidah yang diperkirakan hidup pada abad pertama sebelum masehi, sedangkan Arab Baqiyah setelah abad kelima masehi, sehingga periodisasi pertumbuhan bahasa arab sulit dilacak. Sehingga periodisasi Bahasa Arab dan Sastra Arab hanya terbatas pada masa Jahiliyah, masa munculnya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Masa Bani Umayyah dan masa Bani Abbasiyah, masa kemunduran dan masa modern. Berkaitan dengan periodisasi tersebut, yang menjadi pegangan para ahli yaitu sejak zaman jahiliyah, yang mana pada saat itu sudah ada karya-karya sastra arab berupa syi’ir ataupun pidato yang tidak menonjolkan dialek-dialek tertentu dan bahasa yang mudah dipahami. Dari uraian tersebut, sudah jelas bahwa sebelum datangnya Islam Bahasa Arab sudah menjadi lingua franca ( اللغة المشتركة  ) bagi masyarakat Arab.

Perkembangan Bahasa Arab

a.                   Zaman sesudah Islam

Dengan datangnya islam dan turunnya alqur’an, kedudukan bahasa arab standar (fusha) menjadi lebih penting dan menarik perhatian kalangan masyarakat luas. Dengan bertambahnya umat islam menjadi berkembang pula pengaruh bahasa arab dikalangan orang awam. Dari sinilah hubungan Bahasa Arab dengan mulai terjalin.

b.                  Zaman Bani Umayyah Agama Islam

Pada zaman ini, orang-orang arab mulai berasimilasi dengan penduduk asli. Maka terjadilah komunikasi antara orang-orang arab itu dengan penduduk asli untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penduduk asli pun mulai belajar bahasa arab, sehingga lahirlah suatu dialek khusus yang mereka gunakan sehari-hari. Pasa saat itu, berbahasa arab yang fasih berarti menunjukkan ketinggian martabat sosial dan sebaliknya menggunakan bahasa lain menunjukkan kerendahan derajat sosial mereka. Untuk menguasai bahasa arab mereka mengirim putera-puteranya ketengah masyarakat badui yang masih murni berbahasa arab.

c.                   Zaman Bani Abbasiyah

Pada saat bani umayyah jatuh, bahasa arab tidak ikut jatuh. Kalau bani umayyah mempunyai hubungan dengan orang badui, pada abad II H, orang-orang baduilah yang didatangkan ke istana sebagai guru bahasa arab. Karena terjadinya asimilasi arab dan non-arab, maka lahirlah bahasa Amiyah yang digunakan orang awam untuk percakapan dan komunikasi diantara mereka. Pada abad III H, bahsa arab Amiyah mulai Nampak jelas dan ada buku-buku ilmiyah yang ditulis dengan bahasa yang kurang murni, sehingga pada pertengahan abad III H bahasa percakapan mulai mengalami kemunduran akibat unsur non-arab menduduki jabatan dan pemerintahan. Pada situasi ini mucullah gagasan baru, para pemerhati menulis buku-buku tentang penggunaan bahasa fushah dikalangan masyarakat. Sehingga pada abad IV H hamper tidak ada lagi orang orang badui yang didatangkan, tetapi bahasa arab mulai dipelajari melalui buku-buku yang mulai tersebar dimana-mana.

d.                  Zaman sesudah abad V

Sesudah dunia arab terpecah-pecah bahasa arab tidak lagi menjadi bahasa pemerintahan, bahasa arab hanya menjadi bahasa agama. Pada abad V H orang orang saljuk berkuasa dan mengumumkan bahasa Persia (Iran) diumumkan sebagai bahasa resmi dan sebagian orang mulai meninggalkan penggunaan bahasa arab. Pada tahun 459 H, kaum saljuk membangun madrasah An Nidzamiyah sebagai perhatian kepada bahasa arab fushah, karena bahasa arab adalah kunci untuk memperdalam agama islam, alqur’an dan Sunnah. Pada abad VI H muncullah lahn ataun kesalahan berbahasa dan membaca alqur’an dan ini sudah menjadi kebiasaan dikalangan masyarakat.

e.                   Zaman Modern

Pada tahun 1798 M setelah napoleon menguasai mesir, mulailah dimesir berkembang pengetahuan modern. Golongan intelektual eropa di Mesir mulai membangun berbagai sarana yang mendorong perkembangan ilmu pengetahuan seperti lembaga ilmu pengetahuan, perpustakaan, sekolah, surat kabar, laboratorium penelitian, percetakan dan lain sebagainya. Sekolah-sekolah dibuka untuk memelajari ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, kemiliteran, pertanian, administrasi, bahasa, terjemah dan lain-lain. Kuliah-kuliah yang diberikan juga disampaikan dalam bahasa arab setelah melalui penerjemahan. Inilah salah satu langkah yang berhasil dilaksanakan dalam upaya mengatasi kemunduran bahasa arab, dan sekaligus menjadi pondasi untuk perkembangan bahasa arab. Periode modern tahun 1800 sampai sekarang merupakan zaman kebangkitan umat islam dan menyadarkan umat islam bahwa dibarat telah timbul peradaban baru yang lebih unggul dan menjadi ancaman bagi umat islam. Pda periode inilah tumbuh pembaharuan-pembaharuan dalam islam. 

 

PENTINGNYA BELAJAR BAHASA ARAB

bahasa arab

Sebagaimana yang telah menjadi keyakinan dalam diri kita bahwa jalan yang memberi kita jaminan keselamatan dan kenikmatan Islam adalah satu dan tidak berbilang-bilang. Jalan tersebut yaitu mengilmui dan mengamalkan ajaran Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dipahami oleh para sahabatnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ، لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Aku tinggalkan sesuatu bersama kalian, jika kamu berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku.” (HR. Imam Malik dalam Al-Muwaththa’ 2/899)

Dan Allah Ta’ala telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa terbaik yang pernah ada. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala, 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Quran dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkannya.” (QS. Yusuf [12]: 2)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,

”Karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, paling jelas, paling luas, dan paling banyak pengungkapan makna yang dapat menenangkan jiwa. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia ini (yaitu Al-Qur’an, pen.) diturunkan dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa Arab, pen.).”

Oleh karena itu tidak perlu diragukan lagi, memang sudah seharusnya bagi seorang muslim untuk mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Hal ini ditegaskan oleh firman Allah Ta’ala,

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (192( نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ (194( بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ (195(

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Pencipta Semesta Alam,  dia dibawa turun oleh Ar-ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 192-195)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata ketika menjelaskan ayat di atas,

”Bahasa Arab adalah bahasa yang paling mulia. Bahasa Rasul yang diutus kepada mereka dan menyampaikan dakwahnya dalam bahasa itu pula. Bahasa yang jelas dan gamblang. Dan renungkanlah bagaimana berkumpulnya keutamaan-keutamaan yang baik ini. Al-Qur’an adalah kitab yang paling mulia, diturunkan melalui malaikat yang paling utama, diturunkan kepada manusia yang paling utama pula, dimasukkan ke dalam bagian tubuh yang paling utama, yaitu hati, untuk disampaikan kepada umat yang paling utama, dengan bahasa yang paling utama dan paling fasih yaitu bahasa Arab yang jelas.” [3]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab. Maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu, memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah Ta’ala dan menegakkan syiar-syiar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.”

Beliau rahimahullah juga berkata,

“Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama. Hukum mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah itu wajib, dan keduanya tidaklah bisa dipahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah di dalam ilmu ushul fiqh: sebuah kewajiban yang tidak akan sempurna (pelaksanaannya) kecuali dengan melakukan sesuatu (yang lain), maka sesuatu yang lain tersebut hukumnya juga menjadi wajib. Namun di sana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah.” [5]

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan,

فعلى كل مسلم أن يتعلم من لسان العرب ما بلغه جهده حتى يشهد به أن لا إله إلا الله وأن محمد عبده ورسوله ويتلوا به كتاب الله

“Maka wajib atas setiap muslim untuk mempelajari bahasa Arab sekuat kemampuannya. Sehingga dia bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan dengannya dia bisa membaca kitabullah … “

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa Arab adalah bahasa agama Islam dan bahasa Al-Qur’an. Kita tidak akan bisa memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bekal bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap berbagai permasalahan agama. 


 
Copyright © 2014 ROHMAN Pedia. Designed by Abdul SEO | Distributed By Fathur rohman-063